Sebab adalah suatu perbuatan yang dilakukan dalam mengawali suatu kegiatan. Sebab berupa langkah-langkah tertentu misalnya sebab kita bekerja maka akibatnya dapat uang. Sedangkan akibat adalah buah daripada perbuatan awal yang kita lakukan. Banyak orang tidak memahami filosofi sebab akibat ini. Kalaupun memahami hanya sebab akibat sesaat…….apakah sebabnya….atau kalaupun memahami banyak yang kurang tepat…..mengapa……Perlu pemahaman bahwa hidup sebenarnya tidak terputus – diri – keluarga (keturunan) – masyarakat dll
Sebab-akibat dapat berlangsung jangka sesaat-pendek-menengah atau panjang. Misalnya :
Sebab jangka pendek
Orang naik motor sembrono kemudian jatuh. Besok ujian belajar tidak giat nilainya jeblok
Sebab akibat jangka menengah. Ini dapat dilihat pada kejadian fisik dan non fisik.
Ø Orang sakit, mengapa dapat sakit. Orang yang (sebab) kurang orahraga – gizi tidak terjaga – banyak pikiran maka suatu saat ada kmungkinan kena penyakit)
Ø Bencana alam. Banjir. Banyak orang sekarang memandang banjir karena akhlak. Bencana alam telah merenggut banyak nyawa,,,pertanyaannya apakah karena moral atau hanya fenomena alam biasa. Menurut saya bukan karena akhlak (moral) tetapi perilaku (aklhlak) tidak menghargai alam. Contoh sederhana buang sampah, kalau tidak tepat mungkin sebagi dosa kecil karena apa nanti akan berkumpul bersama jutaan sampah lainnya dan kemudian banjir, juga apabila membuang pad tempatnya tentunya resiki banjir akan terkurangi, dan mungkin dapat pahala2 kecil.
Sebab akibat jangka panjang Secara fisik atau spiritual
Ø Misalnya keturunan. Kacang ora adoh karo lanjarane. Buah anak karena yang nanam orang tua (sampai baligh). Namanya nanam itu bisa ilmu-ketrampilan atau akhlak. Dan akhir anak sangat tergantung metode, cara menanam, apa pupuknya, apa selalu disiram dan lain lain. jadi kalau anak kurang bagus (akhlaknya) pasti ada yang salah dari orang tuanya (koreksi sendiri) (Seperti saya ini belum terbukti, masih coba2). Kalau nanam ilmu dapat ilmunya kalau akhlak yang dapat akhlaknya begitu juga ketrampilan. Menanam yang baik, khususnya akhlak adalah contoh. Sebenarnya bagaimana orangtua dapat dilihat dari anaknya missal seorang kyai koq anaknya beling yang mesti ada yang salah dengn kekyaiannya (kecuali itu memang cobaan, seperti kasus nabi nuh). Jadi kadang kemudian saya iseng-iseng apa mungkin sebenarnya semua itu (syurga-neraka) sebenarnya sudah terlihat didunia, dan akherat hanya bonusnya saja).
Ø Bangsa, Belajarlah sejarah. Mengapa bangsa kita menjadi seperti ini.
Apakah sebab baik mesti akibatnya baik, mungkinkah sebab baik akibatnya kurang baik. Begitu pula sebab buruk akibatnya dapat baik. Secara umum sebab baik mesti akibatnya baik, kalaupun sebab baik kok akibatnya kurang baik maka hal tersebut lebih banyak karena andil Tuhan (cobaan) karena (kata sinetron KSD) Tuhan mempercayakan cobaan kepada umat yang sangat disayanginya,,,,kalau kuat ya pasti dapat point yang besar nantinya.
Khusus keluarga, bagaimana kalau sudah terlanjur. Belum ada kata terlambat. Langkahnya adalah :
1. Putus dengan akibat yang lama (yang tidak baik), karena biasanya bisa menular
2. Buat sebab2 yang baru (yang baik) misalnya berbuat baik – belajar yang baik – buat ketrampilan yang baik (rajin), jangan harapkan akibatnya (ikhlas), karena akibat akan datang dengan sendirinya.
3. Pahamilah bahwa hidup adalah menerus, perbaiki dan perbaiki, coba dan coba.
Ya….apabila akibat didunia gak ada ya tunggu aja di akhirat………………piye meneh.. ,he,,,he,,
Burhan Barid*
Kamis, 18 Oktober 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar