Seri 2
Ada apa dengan “Muhammadiyah”
Surat terbuka (November 2007)
Oleh Burhan Barid (pernah menjadi anggota IPM Karanganyar, tahun 80an)
Kepada :
- Pimpinan Muhammadiyah (PDM), berlaku di seluruh Indonesia
- dan yang mengaku sebagai warga Muhammadiyah, siapa saja dan dimana saja
(studi kasus PDM Karanganyar)
Assalamu’alaikum warahmatulaahi wabarakaatuh
Bersambung dengan surat terbuka yang pertama (September 2007), ada rasa greget untuk melanjutkan lagi. Karena dengan surat pertama ternyata Muhammadiyah belum berubah, alias masih ‘ tidur ‘ Yang merasa perlu urun rembug lagi, yang mungkin bisa jadi hal ini akan terus menerus saya lakukan. Ayo…bangun…..bangun
Berikutnya saya memohon permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas tulisan ini. Mungkin tulisan saya ini agak berbeda pendapat dengan mas atau bapak-bapak semuanya tentang pemahaman ini. Memang pengetahuan saya tentang aspek muhammadiyah sangatlah terbatas apalagi detailnya pasti sangat-sangat terbatas, tetapi saya mencoba urun rembug. Secara khusus membahas perkembangan Muhammadiyah atau pemudanya sekarang. Memang kayak main bola,……saya bisanya hanya sebagai supporter kalau main bola pasti dak bisa. Tapi sepakbola nggak akan menarik kalau tidak ada supporternya. Walau supporter seperti saya bisanya ya…..gawe rame to…… isoe…tepuk2 – komentar - hu..hu…tepuk2 lagi ya itu tok. Tapi yang dikomentari ini hanya masalah umum dan esensi pendapat saya pribadi tok,…tidak sampai jauh-jauh.
Memang manusia diberi kemampuan Tuhan berbeda-beda, punya kelebihan pada hal tertentu tetapi juga punya kelemahan pada hal yang lainnya. Dalam hal manajemen pengelolaan manusia saya juga amat sangat lemah, ya saya isohe jeplak seperti ini, mohon maaf lagi. Semua pembahasan ini hanya berdasar pemahaman dan pengamatan pribadi saya sendiri dengan analisis sesuai keterbatasan ketauan saya tentang apa itu muhammadiyah. Tentunya kalau ada yang tidak pas ya dari saya sendiri, yang sok jadi suporter.
Bagian I : Mengapa ada tulisan seri 2 (dan bisa jadi ada lanjutannya lagi)
Ternyata Muhammadiyah masih tidur saja……..ntar bisa jadi malah nyenengke malaikat loo,,,,bisa2 dia malaikat ikut2 tidur (tanpa menilai apa yang telah kita lakukan…la bobok). Beberapa hal mengapa masih tidur (analisis saya) :
Pimpinan merasa sudah menikmati kenikmatan ‘tidur’ merasa cukup apa yang telah dilakukan. Mungkin merasa sudah banyak berbuat, padahal stagnan 100%. Secara pribadi saya akui semua pimpinan oke,,,dalam hal ‘pinter’- ‘agamawan’ – ‘ cukup materi’ dan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Tetapi mengapa begitu masuk di Muhammadiyah koq jadi “laen”. Dak tau saya……………….
Yang dibutuhkan utamanya menjadi pimpinan Muhammadiyah bukan pinter studinya, bukan pinter agamanya, bukan karena kaya, bukan ketokohannya,,,,tetapi yang lebih utama adalah kemampuan mengelola manajemen ‘SDM’. Jadi kayaknya beliau2 ini pinter, kaya, tokoh tetapi kelihatannya mengelola manajemen SDMnya lemah. Menurut saya tugasnya pimpinan adalah mampu mengelola orang2 yang punya potensi potensi tersebut. Kalau beliau ngak bisa mengelola,,,,,berarti kita telah salah,,,yaitu menyerahkan TUGAS PADA YANG BUKAN AHLINYA. Ntar ditanyai looo,,,sama malaikat……
Dibuktikan yang muda2 haus agama,,,tetapi milih organisasi lain,,,Dibuktikan telah lahirnya sempalan-sempalan ‘Islam’. Hal tersebut ngak boleh MUI or Muhammadiyah nyalahkan mereka…..harusnya ngoreksi diri dulu,,,,,apakah Kita (Muhammadiyah) telah berbuat….atau kita yang membosankan……berarti pimpinan tidur….
Lagi2 pimpinan masih tidur,,,,,Pimpinan hanya sebatas melakukan administrasi dan rutinitas saja kalau ada ide ’masih itu2 aja’. Tugas pimpinan utamanya bukan itu,,,,tetapi IDE, kreatifitas, dan siap apapun,,,kalau ada apa2nya. La yen Cuma kayak gitu,,,,mosok mau disamakan pimpinan OSIS….Bisa jadi loo, kalau dipimpin oleh Ketua OSIS SMPN I Kra, Muhammadiyah lebih maju….maaf lagi
Pimpinan jaman sekarang harusnya tidak alergi terhadap masukan dari siapapun,,,,,terutama dari anak muda. (harus tebal kupingnya)
Masih menggunakan paradigma lama……jaman udah berubah….pak
Bagian II : Masih ada waktu……, belum terlambat
Masih ada waktu, untuk bangun,,,,,berjalan,,,,,dan lari. Beberapa hal atau sebagian kecil yang mungkin bisa membuat bangun misalnya :
Mulai digunakan paradigma baru
Kelompok muda perlu dilibatkan dalam hal ide……karena Muda dan tua punya kelebihan masing2.
- Muda (< 50 tahun) umumnya idenya cemerlang, tetapi belum pengalaman, muda juga kadang kebablasen, malah sombong. Kadang nekat
- Tua (> 50 tahun) biasanya idenya itu2 aja, yang kadang udah tak sesuai jaman. Tetapi menang pengalaman. Dan lebih membumi.
- Perpaduan kelebihan Tua-Muda itu yang dimodifikasi oleh pimpinan
3. Lakukan SWOT pada tiga hal yaitu masyarakat, warga muhammadiyah dan pimpinan tingkat manapun (ranting, sekolah, daerah dan ortom2nya). Bagaimana langkahnya, yaitu :
- Kerjasama dengan dosen UNS or UMS bidang social (atau psikologi) untuk melakukan survai dan penelitian ke semuanya itu (masyarakat, warga muhammadiyah, dan pimpinan). Kira2 judulnya bagaimana presepsi masyarakat or warga muhammadiyah,,,,dan seterusnya. Detilnya bisa dibicarakan bersama antara pimpinan – dosen bidang social (dan mahasiswanya)
- Berilah beasiswa Skripsi (Tugas Akhir) kepada minimal 3 orang mahasiswa untuk melakukan penelitian ini. Nanti hasilnya dia disuruh mempresentasikan dihadapan pimpinan. Itu berarti Muhammadiyah membantu mahasiswa berprestasi dan juga hasil tersebut bisa menjadi jejak langkah ke depan. Wong beli mobil aja bisa, Cuma ngasih beasiswa ke peneliti Muhammadiyah aja sulit.
- Hal ini bisa jadi langkah ‘pilot project’ perbaikan kedalam Muhammadiyah. Hal seperti ini kayaknya belum dilakukan oleh Muhammadiyah dimanapun
- Bila perlu langkah2 selanjutnya kita bisa kerjasama dengan guru2, tokoh2 muhammadiyah or mahasiswa yang berpotensi,…jadikan dia konsultan social. (kalau konsultan social tentunya tidak mahal kan,,,,,)
4. Anggap aja masyarakat dan warga muhammadiyah sebagai konsumen. Konsumen adalah raja. Bagaimana pimpinan sebagai pelayan yang sebaik2nya. Pimpinan harus tau dan juga mampu mengarahkan kemauan konsumen. See….liat buku2 banyak buku2 tentang kepuasan konsumen
5. Kembangkan perpustakaan Muhammadiyah, biar warganya melek buku….Saya sekilas survey tanpa sengaja ke beberapa pimpinan dan warga Muhammadiyah,,,ternyata buku2nya amat sangat sedikit. Rata2 bukunya sangat terbatas. La…agar warga pinter,,,,Muhammadiyah perlu memfasilitasinya.
Bagian III : Kesimpulan
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil adalah :
Mari bersama2 membedah diri masing2…..ya warganya….ya pimpinannya
Kalau warga secara kualitas dan kuantitas berkurang,,,,,,ya salah kita semua
Maka…………AYO BANGUN………….
Tentunya kiranya banyak hal yang masih luput dari tulisan ini. Bisa jadi hal seperti ini karena ketidaktauan saya tentang Muhammadiyah. Mungkin ada kalimat yang kurang berkenan dan tidak tepat, itu dari saya pribadi dan saya mohon maaf sebesar-besarnya sekali lagi atas tulisan saya ini. Saya sangat berharap tentang kemajuan Muhammadiyah karanganyar khususnya dan Muhammadiyah di Indonesia pada umumnya. Kata teman saya “orang yang tidak perhatian itu tidak sayang tetapi orang yang perhatian (bahkan kritis yang bukan menjatuhkan tetapi memberi masukan) malah sayang”. Terimakasih sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum warahmatulaahi wabarakaatuh
Bersambung lagi suatu saat,
Hormat kami,
Burhan Barid, warga tegalasri
Jumat, 04 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
emang udara dah berbahaya kah
Posting Komentar